Tag: Petani

Berakhirnya Kejayaan Kakao di Soga

Memasuki Desa Soga sejauh mata memandang,  tampak kebun Kakao dimana-mana. Sesekali pohon kelapa dan pohon pisang menjulang di antara rimbunan pohon kakao. Desa dilintasi jalan bebatuan dan mendaki, sesekali pengendara berhenti sejenak untuk membiarkan kendaraan lainnya berlalu. Jalan-jalan sepi, hanya sesekali warga berlalu lalang. Rumah-rumah tidak menunjukkan penghuninya. Anjing-anjing melintasi jalan. Mereka akan mengonggong setiap […]

Continue Reading

Kemana Para Pemuda Desa?

Awal September, ketika musim kemarau belum tergantikan, di Desa Soga lebih banyak terlihat orang-orang tua dan anak-anak. Beberap pos kamling yang biasanya menjadi tempat mangkal anak muda terlihat kosong. Begitupun lapangan volley, sepi peminat. Kemana para muda? Desa Soga terletak di Kecamata Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Sejak produktivitas kakao menurun, warga desa tak punya […]

Continue Reading

Tembakau Gunung Perak

Di ketinggian Gunung Perak, terdapat perkebunan tembakau. Bagi para penikmat rokok, Anda bisa langsung menikmati tembakau kering dalam cuaca sejuk pegunungan. Gunung Perak, sebuah desa yang terletak di wilayah Kabupaten sinjai Kecamatan Sinjai Barat tepatnya di bawah kaki Gunung Bawakaraeng. Warga desa mulai menanam tembakau pada bulan Juni untuk dipanen pada bulan September. Tembakau yang […]

Continue Reading

Primadona Soga

Nenek Holla yang pertama kali menanam kakau di Desa Soga pada dekade 70-an. Keberhasilan Nenek Hola membuat hampir semua warga desa tergiur. Kemudian mulai ditanam secara serentak dan menyebar ke dusun-dusun lain di Soga tahun 1980-an. Di dusun Bellalo kakao mulai ditanam tahun 1985-an oleh Bedu.  Sedangkan di dusun Pallawa baru bisa ditanam pada tahun […]

Continue Reading

Ketika Tujuan Bertani Berputar Arah

Jika Anda menginjakkan kaki di Gunung Perak, hamparan sawah berundak-undak akan Anda lihat sejauh mata memandang. Tanaman padi tersusun berbaris di bawah kabut dingin. Sebagian besar warga di sana bertani padi, setidaknya hingga awal dekade 70an. Desakan industrialisasi pertanian pada dekade 70an, memaksa petani mengubah pola tanamnya, dari subsiten ke pertanian komersil. Penerapan paradigma modernisasi […]

Continue Reading

Dua Petani Muda dan Angan-Angan Masa Depan

Di tengah menyusutnya jumlah petani di Indonesia, harapan untuk mempertahankan pertanian sebagai penyedia lapangan pekerjaan masih terlihat di Desa Gunung Perak, Sinjai Barat, Sulawesi Selatan. Saya bertemu banyak pemuda yang masih betah bertani dibanding pergi merantau ke tempat lain. Dari 573 orang penduduk Dusun Puncak, salah satu dusun di desa ini, hanya 12 orang yang […]

Continue Reading

Pertanian Skala Kecil dan Perubahan Iklim (Bagian II)

Menurut data World Resources Institute tahun  2005, aktivitas pertanian menyumbang 15 persen dari total emisi gas rumah kaca secara global. Gas-gas rumah kaca yang dilepas ke udara oleh aktivitas pertanian antara lain adalah karbon dioksida (Co2), metana (CH4) dan Nitron oksida (N2O). Karbon dioksida (Co2) dilepas ke udara utamanya pada saat pengolahan lahan pertanian, dari […]

Continue Reading

Pertanian Skala Kecil dan Perubahan Iklim (Bagian I)

Keadilan iklim atau climate justice dan sektor pertanian merupakan bagian penting dalam diskursus perubahan iklim. Dalam hal ini penyebab dan dampak perubahan iklim dapat dilihat sebagai ketidakadilan dan ketimpangan global, dimana negara-negara industri maju menjadi penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca, sementara penanggung dampak terparah adalah negara-negara dunia ketiga. Data dari Badan Pertanian dunia atau […]

Continue Reading

Perjalanan ke Barat

Suatu pagi pada musim kemarau yang belum juga berakhir, seorang warga desa bernama pak Sikin menjemput saya. Dia mengendarai motor. Saya memegangi tombaknya. Panjangnya sekisar 2,5 meter. Batangnya dari kayu jenis cireng. Mata tombak dari logam, panjang antara 30 hingga 40csentimeter, warisan keluarganya. Ia juga memakai tas ransel hitam dan membawa sebilah parang. Tiga ekor […]

Continue Reading

Mengagumi Ambo’

Saya Eka. Ini kali pertama saya menginjak Desa Soga, di Tenggara Kota Soppeng yang sebagian besar warganya berdarah Bugis. Selama dua puluh hari saya tinggal di rumah Pak Hamzah berusia 58 tahun. Saya mengikuti pelatihan penelitian desa bersama Sekolah Rakyat Petani Payo-Payo. Di rumah Pak Hamzah, ada delapan anggota keluarga termasuk Pak Hamzah, istrinya bernama […]

Continue Reading